Ahok sangat menghormati kebebasan pers di Indonesia, tidak ada masalah baik black campaign karna itu juga merupakan campaign, ahok juga mempersilahkan untuk memberitakan kekurangan DKI Jakarta sebagai bahan koreksi bagi dirinya untuk memperbaiki kedepannya.
Ahok juga mendatai semua komen-komen negatif di sosial media, agar dilaporkan kepadanya agar ia tahu kasus apa yang banyak tidak disukai dan dikomentari negatif oleh warga sehingga ini menjadi bahan evaluasi dan informasi ahok mengenai informasi belum komunikatif yang belum terinformasikan baik ke warga, karna ini semuanya adalah bagian dari koreksi dan introspeksi diri sosok gubernur DKI Jakarta.
![]() |
| Picture source : kompasiana |
Ahok mengulang-ngulang kembali bahwa tidak ada pencitraan. Ahok ingin terus berkerja dan membenahi Jakarta, memperbaiki tranportasi umum. Prinsipnya lebih baik orang maki-maki saya di awal, tapi lihat nanti proses akhir. tidak ada urusan dengan pencitraan didepan.
Seperti kasus kampung pulo. Yang saya selamatkan adalah kampung pulo-nya. Saya tidak pernah bongkar rumah kampung pola. Tapi rumah yang saya hancurkan adalah rumah liar dibantaran sungai kali ciliwung yang dibangun dari hasil tumpukan sampah, sehingga sungai lebar 20 meter berubah menjadi 6 meter.
Ahok juga menantang untuk mencari salah saya. ini 73 Triliun Bos. Gubernur DKI bisa nilep 1 Triliun dengan mudah, kalau mau di deposito uangnya di Bank dapat 6 miliar per bulan. inilah alasan Ahok kenapa harus membenahi DKI Jakarta, membangun sistem transparansi dan perbaikan total bagi warga DKI Jakarta.

No comments:
Post a Comment