Saturday, November 15, 2014

AHOk - Sengketa Sea World Lippo Group




Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok telah mengeluarkan instruksi kepada Jaya Ancol untuk menutup wahana Sea World. Perintah penutupan dikeluarkan karena manajemen Sea World salah menafsirkan perjanjian kontrak kerja pengelolaan wahana tersebut.

Menurut Ahok, manajemen Sea World menafsirkan perpanjangan kontrak pengelolaan bersifat otomatis. Padahal, setelah kontrak berakhir seharusnya kontrak harus diperbarui dengan kontrak baru yang berisi kesepakatan-kesepakatan baru.

“Itu kan penafsiran yang lucu, dari Sea World BOT 25 tahun lalu nyambung lagi 20 tahun, tapi itu tak bisa dan harus dikembalikan dulu. Kalau pengertian kita, setelah 25 tahun balikin dulu dong,” kata Ahok pada 2 Oktober lalu.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengancam akan menggugat PT Sea World Indonesia ke pengadilan apabila wahana sea world tetap dibuka usai ditutup secara sepihak PT Pembangunan Jaya Ancol. Pasalnya, Pemprov DKI bakal menggaet pengacara swasta untuk menggugat kasus tersebut ke pengadilan.

"Harusnya enggak boleh (buka). Bisa kita gugat mereka," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (2/9).

AHOk - Sengketa Sea World Lippo Group


Ahok menilai Lippo Grup yang membawahi PT Sea World Indonesia itu bandel. Pemprov DKI meminta pengelolaan Sea World dikembalikan terlebih dahulu.

Namun, Lippo Grup tetap bandel dengan tetap membuka wahana bawah laut terbesar di Indonesia. "Kita cepat-cepat umumkan, kan lucu, barang kita masa nggak mau dibalikin 25 tahun. Nanti bisa disalahin nggak kita sama BPK, salah juga. Ini bandelnya, maka suruh Jaya Ancol beresin," kata Ahok.

"Dulu kita dapat 10 persen dari tiket, terus setelah jadi punya kita, dia ajuin 5 persen. Mana masuk akal dia ajuin 5 persen. Masa setelah jadi punya kita, kita dapat lebih kecil. Ya sudah, kita bubarin, kita ambil alih. Dia malah enggak mau pergi, ya sudah kita tutup saja," tegas Ahok.

Bahkan, Ahok telah memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyita lahan tempat berdirinya Sea World. "Pengadilan sudah putusin, makanya kita kirim surat ke pengadilan suruh sita. Ini punya kita, BOT 25 tahun masa bandel banget sih gitu. Ini (ulahnya) Lippo Grup," keluh Ahok.

Ahok pun menyayangkan penjualan tiket online masih terus dilakukan meski akses menuju Sea World telah ditutup. "Nah makanya Lippo Grup tuh gitu main politiknya. Semua bukan punya dia, sudah join ke mana-mana, join Singapura, macem-macem," pungkasnya.

.



No comments:

Post a Comment