Friday, October 2, 2015

Ahok Rapat Bersama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) 2015


Ahok akan melakukan kunjungan ke Singapura berjumpa informal dengan pihak Temasek, menawarkan kepemilikan investasi asing di Jakarta, perusahaan di DKI akan dibuat Go Publik,dan diberikan kepemilikan saham untuk asing agar transparan dan tidak bisa diambil alih oleh Gubernur selanjutnya untuk kepentingan pribadi (Seperti kasus titip orang di kantor BUMD, upati bagi-bagi jatah fee) Hal-hal yang membuat tidak maju Indonesia karna KKN.

Intinya proyek-proyek bantuan Jepang itu sengaja memperlambat kita, seluruh pipa, kabel-kabel dan limbah-limbah di Jakarta harus dikerjain cepat. Planning untuk puluhan tahun buat apa? seperti kasus Bank Dunia akan membantu ini itu setelah 3tahun, buat apa? kita perlu segera dibuat.Dari dulu Pembangunan Jaya lobi-lobi ke Gubernur, buat apa? Secara Professional seluruh saham DKI milik Holding.

Ahok Rapat Bersama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) 2015


Thursday, October 1, 2015

Cerita di Balik Renovasi Mushalla Balai Kota Oleh Ahok


Balai kota sudah ada Mushalla tapi luasnya kecil, dan hanya mampu menampung sedikit jama'ah, lalu ketika Ahok safari ramadhan tahun yang lalu, ketika kunjungan ke Kantor walikota Jakarta Barat, mesjid disana jauh lebih bagus daripada Mushalla di Balai Kota, sehingga membuat Ahok "iri" dan kemudian ketika kunjungan wakil presiden Bapak Jusuf Kalla ke Balai kota, Pak wapres juga sempat menyinggung kenapa tidak dibangun Mesjid saja di Balai Kota? lalu di anggarkan lah dana Rp.18.8 Miliar untuk tahun anggaran APBD 2015.

Untuk Proyek pembangunan Mesjid Fatahillah ini, bangunan lama seperti Kantin dan kantor satuan polisi pamong praja DKI Jakarta beserta kantor Pos yang berada disekitar lokasi akan dibongkar. Pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu 3 Bulan, dengan kontraktor PT Ganiko Adiperkasa yang sudah familiar dengan proyek pembangunan Mesjid di Jakarta.

Cerita di Balik Renovasi Mesjid Balai Kota Oleh Ahok


Beberapa ungkapan Ahok mengenai Proyek Renovasi Mesjid Balai Kota.

Ahok Jakarta Football Festival Rusun Cup 2015


Semua rusun kampung di DKI akan dibuatkan event pertandingan sepak bola untuk menjaring talenta baru, Ahok sedang mengusahakan komplek sepak bola dari Kemayoran dan beberapa lokasi lainnya dekat Dusun akan dibangun lapangan sepak bola hingga 8 buah, ini akan diwujudkan dan awal permulaan bagi perubahan wajah DKI Jakarta, yang akan dilatih oleh Pelatihan Sepak Bola asal Brazil dan Spanyol.

Ahok Jakarta Football Festival Rusun Cup 2015

Ahok Program Kartu E-Natura oleh Bank BRI


Ahok sudah lama menginginkan sistem bayar non-tunai, dan DKI menjadi salah satu pelopor bagi pembayar non-tunai, maksudnya banyak sekali bisa memantau data-data penduduk di DKI, bisa meminimalisir kecurangan dan mark-up, dan banyak lagi hal penting lainnya, sehingga pengelolaan ini bisa diadopsi dalam seluruh sistem jual beli bagi rakyat DKI Jakarta dengan sistem cashless.

Harapan terbesar Ahok warga DKI naik bus nggak usah bayar karna sudah di subsidi oleh Pemda DKI, dari pendapatan parkir DKI saja sudah cukup untuk membiayai operasional Bus di DKI, semoga harapan ini bisa segera direalisasikan. Nah bank di DKI harus mampu mewujudkan Ide Ahok secara perbankan cashsless, sehingga program raskin, subsidi, modal usaha bisa dilakukan melalui kartu debit bank.

Tanah-Tanah di DKI yang tidak ada surat sertifikat, akan diperbaiki oleh Ahok dengan sistem premanisme ala pemerintah, satu per satu akan disidak dan dilakukan perlakuan khusus sehingga bisa dimanfaatkan untuk sosial (taman- jalan umum- tempat PKL (Pedagang kaki lima). Kedepan PKL akan dibantu sebanyak 1 Triliun ( 200,000 Pedagang diberikan dana Rp.500,000 Dipinjamin modal selama 1 tahun tanpa Bunga dan harus dikembalikan selama 1 tahun kedepan)

Ahok Program Kartu E-Natura oleh Bank BRI


Pajak akan terus dikejar oleh Ahok, semakin banyak pendapatan Pajak semakin banyak fasilitas yang akan dibangun dan diperbaiki oleh Ahok, Pajak untuk pembangunan DKI. Semua dana yang digelontorkan oleh Ahok berasal dari Rakyat DKI dan perusahaan di DKI untuk stimulus ekonomi Jakarta.

Ahok kunjungi Rotterdam Belanda


Ketika Ahok berkunjung Ke Belanda dalam rangka mempelajari pengelolaan Pelabuhan Rotterdam yang kemudian akan diaplikasikan ke Pelabuhan di DKI Jakarta, Sebelumnya Ahok telah menerima Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (13/32015). Selain memperkuat silaturahmi, dalam pertemuan ini juga dibahas rencana kerjasama dalam bidang pengelolaan sumber daya air, pengendalian banjir, dan pengembangan kawasan pesisir di wilayah DKI Jakarta.

Apa yang dilakukan oleh Ahok adalah mencari petunjuk dan bimbingan pada pihak yang berkompeten dalam bidang pengelolaan kawasan pesisir dan pengendalian banjir, Pihak Belanda punya SDM dalam hal ini dan sudah ahli selama puluhan tahun bagaimana mengelola pelabuhan dan kota dibawah permukaan air laut, mereka lebih ahli dalam bidang sistem pengairan dan mereka bisa menjadi konsultan dan kita bisa menduplikasi sistem Rotterdam bagi DKI.

Kalau biayanya selama 5 tahun cuma beberapa Triliun saja seperti yang dikatakan Ahok, hanya Rp.3,5 Triliun yang dikeluarkan Pihak Rotterdam untuk mengelola, Kenapa tidak DKI bisa meniru-nya, toh dana siluman di DKI lebih dari 10 Triliun terbuang untuk Mafia, Perampok berdasi, kolusi dan korupsi berjamaah yang selama ini sudah bertahun-tahun dihabiskan hanya untuk bagi-bagi uang ke segelintir oknum.

Thursday, September 17, 2015

Rapat Pimpinan Gubernur DKI Jakarta Ahok Dinas Kebersihan DKI Jakarta 2015


Ahok ingin dihitung volume sampah warga, nggak bisa asal buang sampah seenaknya kalau diatas volume harus bayar, Kas Pemda untuk iuran sampah warga harus diterapkan, sehingga bisa terkontrol dengan baik pengelolaan uang sampah. Pergub akan dikeluarkan dalam tahun ini, dipercepat untuk pengelolaan sampah kawasan komersial dan perdagangan.

Ahok ingin permasalahan sampah di DKI Jakarta dibuatkan aplikasi yang bisa memantau Truk sampah, siapa petugas sampah, no.hp para pekerja, no.rekening dan lebih lengkap lagi sehingga bisa dipantau oleh masyarakat dan masyarakat bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk mengamati kinerja pengelolaan sampah di setiap kawasan tempat tinggalnya.

Pengadaan lampu tidak lagi dikontrak dengan swasta, tapi melalui lurah. dibuatkan sistem smart city, tinggal ambil stok di lurah untuk penggantian lampu dengan sistem inventory. Tidak ada lagi model nunggu lelang bola lampu dulu baru diperbaiki lampu mati.

Rapat Pimpinan Gubernur DKI Jakarta Ahok Dinas Kebersihan DKI Jakarta 2015
Creative common image by wartakota

Monday, September 14, 2015

Rapat Gubernur DKI Jakarta Ahok Pembahasan Rumuh SUSUN di DKI Jakarta


Begitu banyak penyakit oknum di DKI Jakarta, mulai dari Malas, Bodoh, Pencuri. Sudah dibuatkan program yang bagus masih saja mengakali dan melakukan pemalsuan. Lurah yang kurang dedikasi dalam bekerja, sifat memeras menekan orang masih saja terjadi, bagaimana bisa berubah ke arah yang lebih baik Jakarta kalau Oknum yang kasar, tidak punya adab, seperti ini masih terus dipelihara dan tidak berani ditindak keras oleh hukum di Indonesia. Seperti inilah realitas yang coba dibongkar habis dan dilucuti oleh Ahok untuk transparansi dan kemajuan Jakarta.

Rapat Gubernur DKI Jakarta Ahok Pembahasan Rumuh SUSUN di DKI Jakarta


Gimana ini, sudah sejak 3 tahun yang lalu didiamkan dan masih terus saja tidak selesai selesai..
Uang ada. Mau Beli Tanah, alat Berat, kenapa masih tertunda-tunda?