Apa yang dilakukan oleh Ahok adalah mencari petunjuk dan bimbingan pada pihak yang berkompeten dalam bidang pengelolaan kawasan pesisir dan pengendalian banjir, Pihak Belanda punya SDM dalam hal ini dan sudah ahli selama puluhan tahun bagaimana mengelola pelabuhan dan kota dibawah permukaan air laut, mereka lebih ahli dalam bidang sistem pengairan dan mereka bisa menjadi konsultan dan kita bisa menduplikasi sistem Rotterdam bagi DKI.
Kalau biayanya selama 5 tahun cuma beberapa Triliun saja seperti yang dikatakan Ahok, hanya Rp.3,5 Triliun yang dikeluarkan Pihak Rotterdam untuk mengelola, Kenapa tidak DKI bisa meniru-nya, toh dana siluman di DKI lebih dari 10 Triliun terbuang untuk Mafia, Perampok berdasi, kolusi dan korupsi berjamaah yang selama ini sudah bertahun-tahun dihabiskan hanya untuk bagi-bagi uang ke segelintir oknum.
![]() |
| Source Tempo |
Menariknya hanya Ahok yang berani membeberkan kunjungan ke Rotterdam biaya dan kegiatan apa saja yang ia lakukan, berbeda dengan DPR yang melakukan kunjungan ke Luar Negeri dengan biaya mahal dan tidak masuk akal dan Rakyat ketika ingin mengoreksi dan mengkritik ini hanya bisa melalui suara saja, toh ini akan terus berlanjut kunjungan seperti ini akan terus terjadi dan tidak ada dampak bagi rakyat kecuali hanya sekedar membiayai wakil rakyat jalan-jalan.
Ya sudahlah semoga para koruptor yang duduk di meja wakil rakyat punya kehidupan yang enak, sehat, dan hidup nyaman, itu saja doa rakyat, karna hukum tuhan pasti akan berlaku baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kalau anda masih bangga dengan KKN ya silahkan saja, suatu hari nanti perubahan di Indonesia pasti akan terjadi dibawah generasi baru yang maju bebas dari KKN.

No comments:
Post a Comment